Silaturrahim PWNU NTB Bersama Sekretaris Jenderal PBNU

0
74
Silaturrahim PWNU NTB Bersama Sekretaris Jenderal PBNU

MATARAM, PWNUNTB.OR.ID | Agenda silaturrahim yang dilakukan oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama NTB, kepada Bapak Dr. H. Helmy Faishal Zaini bertempat di Perumahan BTN Panji Tilar (11/03/2019) sore kemarin.

Silaturrahim ini dilakukan oleh ketua, sekretaris, katib, dan beberapa jajaran pengurus lainnya untuk sharing pendapat tentang pembenahan organisasi, khususnya struktural PWNU NTB masa khidmat 2018-2023.

Dalam kunjungan silaturrahimnya Bapak Prof. Dr. TGH Masnun Tahir, M.Ag, menyampaikan spiritnya untuk tetap melakukan pembenahan keorganisasian, supaya NU di NTB maju, dan berkontribusi untuk penguatan basis Islam Ahlussunah Waljama’ah An-Nahdlyiah.

“Kita akan berbenah menuju penataan organisasi yang maju. Supaya khittah NU sebagai faham Islam Ahlussunah Waljama’ah An-Nahdlyiah tetap eksis hingga sampai kapanpun.” Imbuhnya.

Disampaikan juga bahwa PWNU NTB akan melaksanakan pelantikan pada 30 Maret 2019 mendatang yang bertempat di Pondok Pesantren Darul Qur’an Bengkel.

“Kita juga akan melaksanakan pelantikan pada 30 Maret mendatang. Jadi, kita mohon beberapa arahan dan masukan dari Bapak Sekretaris Jenderal, dulu.” Terang Ketua NU NTB ini.

Sekretaris Jenderal PBNU, Bapak Dr. H. Helmy Faishal Zaini, menyampaikan bahwa dimana pun NU berada, penguasaan terhadap media itu penting, dan sangat dibutuhkan. Disamping itu juga bagaimana cara kita mengaktifkan segala bentuk kegiatan secara kelembagaan di bawah naungan NU atau banom-banom NU lainnya. Serta yang penting juga adalah PWNU NTB, harus tetap sosialisasikan dan menghidupkan pondok-pondok pesantren NU yang dipimpin oleh Kiyai kampung yang belum mengerti tentang kemajuan media.

“NU dimana pun atau tingkat apapun harus melakukan pembenahan menuju kemajuan, terutama pembenahan dalam soal penguasaan media sebagai media dakwah NU, mensosialisasikan faham Islam Ahlussunah Waljama’ah An-Nahdlyiah melalui media. Karena milenial lebih suka pada kebaruan media.” Ungkapnya.

“Terpenting juga adalah untuk memperkuat basis gerakan NU, maka penting sekali untuk tetap melakukan pem-back up an terhadap lembaga atau banom-banom naungan NU. Serta adanya peran serta PWNU, untuk mensosialisasikan atau menghidupkan kembali pondok-pondok kiyai kampung yang ada di pelosok desa.” Imbuh Anggota DPR RI Dapil NTB itu.

Tinggalkan Balasan