Apakah Hukum Shalat Utaqa’ di Bulan Syawal?

0
128
shalat-utaqa-syawal

Pertanyaan :

Ustad, saya pernah mendengar di bulan Syawal itu ada Shalat Sunat Utaqo, mohon penjelasannya apakah shalat sunnah tersebut, apa kelebihannya dan bagaimana tata cara pelaksanaanya?

Mustami’in (Lendang Are Kopang)

Jawaban :

Sholat sunat ‘Utaqo’ (عُتَقَاءُ) artinya sholatnya orang-orang yang merdeka atau orang-orang yg mulia, merupakan sholat yang bersumber dari Baginda Nabi Muhammad ﷺ . Berdasarkan sebuah hadits yang dikutip oleh Syekh Abdul Qodir al-Jailani qs. Dalam kitabnya al-Gunyah Juz 2 (untuk keterangan lebih jelas bisa dibaca pada foto di bawah).

Almaghfurlah Pangersa Uwa (KH. Zezen ZA Bazul Asyhab) beserta masyarakat lembur Sinar Barokah biasa melaksanakannya setiap tanggal 8 syawal, sebagai penutup pelaksanaan rangkaian shaum Syawal (nyawalan) selama 6 hari. Beliau mengistilahkannya sebagai lebaran kedua.

Mungkin karena suasana kebahagiaannya hampir sama dengan lebaran Idulfitri, dari sisi sebelumnya dilaksanakan shaum dan ada acara silaturahmi serta makan bersama hasil ‘rereongan’ masyrakat sendiri.

Adapun tatacara sholat ‘Utaqo adalah sebagai berikut:

1. Dilaksanakan pada bulan Syawal (tanggal berapapun bisa), boleh pada saat siang hari atau malam hari; dan tidak disyaratkan harus shaum dulu

2. Jumlah roka’atnya adalah 8 roka’at dengan 4x salam atau 2x salam;

3. Boleh dilaksanakan sendiri atau berjama’ah;

4. Niyatnya: usholli sunnatal ‘utaqoo-i rok’ataini lillahi ta’ala (apabila menjadi ma’mum tambahkan lafadz “ma’muuman” setelah lafadz rok’ataini. Dan tambahkan lafadz “imaaman” apabila menjadi imam);

5. Pada setiap roka’atnya: setelah membaca surat al-Fatihah, dilanjutkan Membaca Surat Al-Ikhlas 15x;

6. Apabila sudah selesai 8 roka’at, dilanjutkan dengan membaca Tasbih 70x dan Sholawat 70x (bacaan sholawat dan tasbihnya tidak ditentukan jenisnya, silahkan saja membaca sholawat dan tasbih yang sudah hafal).

Diantara faidah sholat sunat ‘Utaqo yang terdapat dalam kitab al-Gunyah adalah :

1. Alloh akan mengampuni dosa orang yang melaksanakannya sebelum ia mengangkat kepalanya dari tempat sujud;

2. Apabila ia mati, maka matinya dalam keadaan syahid;

3. Apabila memiliki hutang, Alloh akan memudahkan atau memberi jalan keluar untuk melunasinya;

4 Dan apabila memiliki hajat/keinginan, Alloh akan mengabulkannya.

Semoga bermanfaat

Diasuh Oleh :
Ust. H. Zamroni
Wk. Katib PCNU Loteng

Tinggalkan Balasan