Catatan Hari Lahir NU-93

0
41
Fathurrahman
Kader Muda NU

Setiap orang punya catatan untuk momennya!

Momentum sakral untuk memulihkan semangat ukhuwah islamiah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariah demi menjaga nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila sebagai falsafah Bangsa Indonesia.
Momentum ini kita jadikan sebagai refleksi besar, atas gerakan para kiyai dan ulama dalam menjaga harkat dan martabat manusia dalam berbangsa dan bernegara.

93 tahun berdirinya Nahdlatul Ulama, sebagai bukti konkret, bahwa ia sebagai organisasi yang tak lelah siang dan malam untuk memikirkan kedamaian dalam berbangsa. Spirit demikianlah yang akan kita jadikan sebagai obat suntik, yang bereaksi demi menjaga kedaulatan NKRI dan Pancasila.

Visi besar yang tertuang sebagai marwah kebangsaan adalah “Hubbul Wathan Minal Iman”. Hal demikian sampai hari ini terus didengungkan untuk menjaga keutuhan NKRI. Konteks berbangsa adalah cara kita bersyariat, dan beragama adalah cara kita mengabdikan diri untuk menjaga negara.

NU dalam dirinya sudah dibaluti segenap besi baja, untuk menghadang segala bentuk musuh negara.
93 tahun menjelang 7 tahun lagi 1 abad, membuktikan NU adalah organisasi yang konsisten terhadap prinsip pendirinya Sheikh KH. Hasyim Asy’ari.

Konsisten itulah yang menjadikan NU menjadi organisasi terbesar dan dapat diterima oleh semua kalangan, baik muslim, ataupun non muslim.

93 tahun NU berkiprah dengan lika-liku tantangan ideologi yang kerap ingin melemahkan kerukunan berbangsa. Sebut saja, ideologi radikal yang ingin mengganti Pancasila menjadi ideologi khilafah, dan itu ditentang keras oleh NU, karena baginya adalah kultur Indonesia lebih tepat dengan prinsip ajaran Pancasila.
NU yang lebih tua dengan Indonesia, tetap menjadikan Indonesia sebagai pusaka hati, dan menanamkan iman cinta untuk tetap menjaga keutuhannya. Karena itu, tidak ada alasan lagi kader-kader NU, untuk tidak berjuang demi cita-cita keutuhan NKRI.

Jadilah warga NU yang teladan, bukan abalan, jadilah warga NU yang ramah, bukan marah-marah, dan jadilah warga NU yang mencintai, bukan pembenci!

Oleh : Fathurrahman Jr.

Tinggalkan Balasan