Gus Ulil Ajak Anak Muda NU Berantas Korupsi dengan Ketajaman Tasawuf

0
46

Mataram, pwnuntb.or.id ~ KH. Ulil Abshar Abdalla atau yang akrab disapa Gus Ulil mengatakan, generasi muda Nahdlatul Ulama termasuk di Nusa Tenggara Barat harus memulai melibatkan ketajaman tasawuf dalam kerja-kerja sosial politik seperti pemberantasan korupsi.

Menurutnya, undang-undang pemberantasan korupsi selama ini hanya mampu menyentuh sisi luar manusia dan perilakunya yang koruptif, sementara sisi dalam manusia berupa kesederhanan, kesabaran, kerakusan, ketamakan yang justru menjadi latarbelakang terjadinya sikap koruptif belum diurus. Dan itu semua adalah tema-tema besar yang hanya dimiliki tasawuf.

Hal ini dikatakan Gus Ulil saat mengisi Kopi Darat Ngaji Ihya’ Ulumuddin di Kampus Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) pada Jum’at (16/7) malam.

Gus Ulil menegaskan, pemberantasan korupsi dengan melibatkan tasawuf memang bukan pekerjaan mudah. Perlu waktu lama, karena yang diberantas bukan fisik melainkan hati dan nafsu manusia. Namun begitu, generasi muda NU harus memulainya. Minimal dari diri sendiri dulu.

“Sahabat-sahabat harus memulai itu, karena undang-undang hanya memperbaiki sisi luarnya, sementara sisi dalamnya ini yang sebenarnya jauh lebih penting” Tegasnya.

Menata sisi luar saja menurutnya akan menghasilkan sesuatu yang instan dan berbiaya mahal, sementara menata dalamnya (hati dan nafsu) akan paten dan biayanya murah cuman waktu yang dibutuhkan cukup lama.

“Coba anda perhatikan besarnya biaya menata dan membuat Undang-undang di DPR, bahkan kadang setelah undang-undangnya jadi, malah gag kepake juga” Ungkapnya.

Tetapi apabila yang ditata itu dalamnya yakni hati dan nafsu, tanpa undang-undangpu orang akan takut melakukan korupsi karena ia senantiasa takut kepada Allah secara otomatis.

“Saya kira ini yang lebih penting, undang-undang itu mesti ditancapkan didalam hati, disinilah letak urgensinya tema-tema besar tasawuf” Pungkasnya. (AJ/01)

Tinggalkan Balasan