Haul Akbar Sayyid Sheikh Abdul Qodir Al Jailani ke-879

0
74
Haul Akbar Sayyid Syeikh Abdul Qodir Al Jailani

pwnuntb.or.id : Pondok Pesantren Darul Hikmah Kr. Genteng Pagutan Kota Mataram, menggelar kegiatan menjelang 878 tahun wafatnya Sayyid Syeikh Abdul Qadir Al Jailani.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad tadi pagi di Pondok Pesantren Darul Hikmah, berlangsung dengan sangat ramai. (03/02/2019)
Dihadiri oleh Rois Syuriah PWNU NTB TGH. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin, Sekretaris PWNU NTB Lalu Aksar Anshori serta jajaran lainnya, ulama Palestina Syeikh Asimy Annabih, perwakilan Danrem, Polsek, Lurah, Kaling dan jamaah tariqah nahsabandiah NU, serta segenap mukim Nahdlatul Ulama.

Ketua Panitia Uts. Sibawaih, mengatakan bahwa kegiatan Haul merupakan agenda rutin di Darul Hikmah, sehingga kita sebagai generasi penerus dapat mengambil hikmah atas pelaksanaan haul seorang ahli tasawuf dan sekaligus ulama. Ia juga memaparkan bahwa kegiatan Haul didasarkan oleh Al Qur’an, Hadits, Pancasila, UUD 45, AD-ART Ponpes Darul Hikmah.

“Dapat mengambil hikmah tauladan dari seikh Abdul Qodir Jailani, dan memetik akhlak yang mulianya.”

Sehingga ia mengangkat tema “Menuju generasi yang berakhlak Karimah”

Sambutan Pimpinan Ponpes Darul Hikmah TGH Abdul Hamid, S.IP, mengajak jamaah dan semuanya untuk senantiasa dapat mengambil Ibrah dari pelaksanaan Haul ke-879 Syeikh Abdul Qodir Jailani.

“Marilah kita mencintai Rasulullah dan Syekh Abdul Qodir Jailani, supaya di akhirat nanti kita berkumpul dengan orang dicintainya!”

Syekh Asimy Annabih, dari Palestina menyampaikan bahwa Rasulullah adalah Al Qur’an berjalan di muka bumi. Dan ia adalah tauladan akhlak yang mulia.

Sedangkan Haul Abdul Qodir Jailani, merupakan cara membangun kecintaan.

“Syeikh Abdul Qodir Jailani, merupakan salah satu tokoh tasawuf. Tasawuf adalah mencintai Allah. Syekh Abdul Qodir Jailani juga mengatakan akhlak yang baik akan memimpin hikmah. Dan hikmah inilah yang Allah tancapkan di dalam dada kita. Akhlak itu berada di tengah-tengah manusia.
Manusia harus yang berpegang teguh dengan akhlaknya, akan melahirkan bangsa Indonesia yang kokoh. Insya Allah, ummat Islam akan ikut kokoh! Ungkapnya.

Aksar Anshori selaku Sekretaris Wilayah NU NTB menyampaikan Nahdlatul Ulama sejak 1948 sudah berkomitmen untuk mengakui Palestina. Dan juga dari dulu NU senantiasa terus menerus mendorong kiprah pondok pesantren. Karena Ponpes menjadi rumah kecil dari NU. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan