Hermawan, Seorang Mujahid Banser Yang Gugur Di Gempa Palu

0
42

Palu, PWNUNTB.OR.ID | Seorang anggota Banser dari PC Mamuju, Sulawesi Tengah meninggal dunia Kamis (4/10) malam. Hermawan merupakan relawan Banser yang bertugas membantu penanganan pascagempa dan tsunami Sulawesi Tengah.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Sahabat Hermawan, anggota Banser PC Mamuju telah meninggalkan kita semua malam ini telah meninggalkan kita semua malam ini,” ungkap Ketua GP Ansor, H Yaqut Cholil Chomas (Gus Yaqut), sebagaimana tertulis dalam poster ucapan duka yang dikeluarkan akun resmi GP Ansor.

Gus Yaqut menyebutkan Hermawan tergabung sebagai tim Tagana yang bertugas mengarahkan para pengungsi pascagempa bumi dan tsunami Palu dan Donggala.

Atas meninggalnya Hermawan, Gus Yaqut mengungkapkan keluarga besar GP Ansor dan Banser turut berbelasungkawa. “Insyaallah husnul khotimah,” tulis Gus Yaqut lagi.

Saat berita ini diturunkan, NU Online telah berupaya menghubungi Gus Yaqut melalui telepon, namun belum berhasil.

Kronologi Meninggalnya Hermawan, Relawan Banser Pascagempa Sulteng

Almarhum Hermawan, anggota Banser Mamuju yang meninggal saat bertugas membantu penanganan dampak gempa Sulawesi Tengah (4/10) malam, merupakan salah satu anggota Banser yang mengikuti Diklatsar Banser di Mamuju Tengah pada tahun 2016 ahir. Hermawan kemudian aktif di PC GP Ansor Mamuju dan melibatkan diri di beberapa Diklatsar Mamuju sebagai tim Skolat bagian logistik.

Muh Iksan Hidayah, kasatkorcab Mamuju menceritakan saat gempa di Palu dan Donggala terjadi, Hermawan bekerja di Tagana Mamuju. Hermawan ditugaskan bagian tim distribusi logistik di Bandara Tampa Padang Mamuju. Untuk penanganan pascagempa, Pimpinan Tagana membagi tiga tim yaitu, tim evakuasi di tempatkan di Palu, Tim Posko bersama rumah singgah dirumah jabatan Wakil Bupati Mamuju di mana anggota Banser ikut terlibat, dan tim Distribusi Logistik yang ditempatkan di Bandara Tampa Padang Mamuju.

“Hermawan ditugaskan bagian tim distribusi Logistik di Bandara Tampa Padang Mamuju,” kata Iksan dalam rilis yang diterima NU Online.

Menurut Ikhsan, pada Kamis (4/10), Hermawan kemudian menuju Posko Bersama untuk mengambil logistik, serta melakukan pelayanan terhadap para korban Posko singgah bersama dan sempat bercerita bersama anggota Banser lainnya di Posko.

“Saat Hermawan pamit ke kosnya, terdengar kabar dari Kurniadi, PC GP Ansor Mamuju, bahwa Hermawan mengalami kesakitan dan harus dibawa kerumah sakit,” imbuh Iksan.

Kemudian, anggota Banser bersama anggota Tagana membawa Hermawan ke rumah sakit. Namun, Tuhan berkehendak lain. nyawa Hermawan tidak dapat tertolong. “Beliau mengembuskan nafas terahirnya sekitar pukul 21.00 malam ini di RSUD Mamuju,” tutup Ikhsan.

NU Online

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here