Hukum Menggunakan Bantuan Traktor Dengan Cara Nyogok

0
185

PERTANYAAN :

Kita dikasi bantuan oleh pemerintah, tetapi kita dimintai persenan 10 juta oleh oknum. Sebenarnya itu bukan hak kita tetapi jika kita kasi uang 10 juta tersebut, maka traktor tersebut bisa kita miliki.
Bagaimana Hukumnya Menggunakan Bantuan pemerintah yang Ada Persennya seperti itu?
Apakah benar menggunakan traktor itu haram hukumnya? dan juga padi yang kita makan? Ampure Tuan Guru, itu yang saya dengar dari seorang penceramah. Mohon penjelasannya!

Hamba Allah

JAWABAN

Wa’alaikummussalam wr wb

Hamba Allah yang budiman..
Perbuatan suap/risywah termasuk perbuatan yang dilarang oleh agama, sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Ath-Thabrani dengan sanad yang shohih bahwa Allah melaknat pemberi suap, penerima suap dan mediator/perantara suap.
Secara terminologi, disebutkan dalam Misbahul Munir (244), risywah adalah:

الرِّشْوَةُ- بِالكَسْرِ: مَا يُعْطِيْهِ الشَّحْصُ الحَاكِمَ وَغَيْرَهُ لِيَحْكُمَ لَهُ أَو يَحْمِلُهُ عَلَى مَا يُرِيْدُ.

Risywah adalah apa yang diberikan oleh seseorang kepada hakim atau lainnya agar dia menetapkan hukum yang menguntungkan orang yang memberi atau supaya hakim menetapkan sesuai dengan apa yang diinginkan pemberi”.

Dalam Mirqat Shu’ud al-Tashidiq (74) disebutkan:

قَالَ الشَّيْخُ مُحَمَّدٌ بْنُ عُمَرَ نَوَوِي الْجَاوِيُ: وَأَخْذُ الرِّشْوَةِ بِكَسْرِ الرَّاءِ وَهُوَ مَا يُعْطِيْهِ الشَّخْصُ لِحَاكِمٍ أَوْ غَيْرِهِ لِيَحْكُمَ لَهُ أَوْ يَحْمِلَهُ عَلىَ مَا يُرِيْدُ كَذَا فِي الْمِصْبَاحِ وَقَالَ صَاحِبُ التَّعْرِيْفَاتِ وَهُوَ مَا يُعْطَى لإِبْطَالِ حَقٍّ أَوْ لإِحْقَاقِ بَاطِلٍ اهـ مرقاة صعود التصديق ص 74.

“Syaikh Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi (Syaikh Nawawi Banten) berkata: “Termasuk perbuatan maksiat adalah menerima suap/risywah. Suap adalah sesuatu yang diberikan kepada seorang hakim atau lainnya, agar keputusannya memihak si pemberi atau mengikuti kemauan pemberi, sebagaimana yang terdapat dalam kitab al-Mishbah. Pengarang kitab al-Ta’rifat berkata: “Suap adalah sesuatu yang diberikan karena bertujuan membatalkan kebenaran atau membenarkan kesalahan”.

Sedangkan mengenai hukum suap itu sendiri, ulama merincikan sebagai berikut:
1. Bagi penerima suap hukumnya haram mutlak.
2. Bagi pemberi suap hukumnya juga haram, kecuali jika untuk mempertahankan/mendapatkan haknya, tidak mengambil hak orang lain, maka dibolehkan karena darurat baginya. Dalam kitab Nihayatuzzain (370) dijelaskan:

وقبول الرشوة حرام وهي ما يبذل للقاضي ليحكم بغير الحق أو ليمتنع من الحكم بالحق وإعطاؤها كذلك لأنه إعانة على معصية أما لو رشي ليحكم بالحق جاز الدفع وإن كان يحرم على القاضي الأخذ على الحكم مطلقا…
“Haram MENERIMA risywah, yakni apa yang diberikan kepada hakim supaya memutuskan dengan tidak benar, atau untuk mencegah pengambilan keputusan dengan benar. Dan demikian pula (haram) MEMBERIKAN risywah, karena itu membantu perbuatan maksiat. Adapun jika menyuap untuk mendapatkan keputusan yang benar, maka BOLEH memberikannya, meskipun atas hakim HARAM mengambil untuk memutuskan secara mutlak…”

Sedangkan mempergunakan bantuan (seperti traktor), jika anda termasuk tujuan yang disasar oleh pemerintah untuk menerima bantuan tersebut maka tidak apa-apa untuk dipergunakan, meskipun jalan memperolehnya salah. Akan tetapi jika anda bukan termasuk masyarakat yang disasar oleh pemberi bantuan, maka anda tidak berhak mempergunakan traktor itu..

Wallahu a’lam bis-sawaab

Tanya Tuan Guru (TTG)

Diasuh oleh TGH. Esrar Al Haque, Lc. M. Hi, seorang ulama muda progresif lulusan Madrasah Shalatiyah Makkah dan saat ini sebagai Pimpinan Pondok Pesantren Al Hasanain NU Beraim.Silakan kirim pertanyaan anda melalui WA/LINE di HP. 081907238666 / 082339993330 atau email ke admin@pwnuntb.or.id

Tinggalkan Balasan