Jelang Dilantik, Wapres KMA Sebut Program Keren “Gus Iwan”

0
64

Jakarta, Pwnuntb.or.id | Bukan Kiai Ma’ruf Amin (KMA) namanya jika tak memunculkan istilah-istilah keren, unik dan bermakna. Kali ini, Kiai yang sebentar lagi akan dilantik sebagai Wakil Presiden ini lagi-lagi memunculkan istilah unik “Gus Iwan” yang ternyata akronim dari Santri Bagus Akhlaknya sekaligus Usahawan.

KMA menyampaikan hal tersebut dihadapan Kiai-kiai NU serta keluarga Besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Gedung PBNU Jl. Jalan Kramat Raya 164 Jakarta pada Senin, (24/6) Malam.

Dikatakannya, sebagai wapres, ada tiga hal yang akan ia lakukan, pertama memaksimalkan kebijakan-kebijakan Jokowi yang sudah baik, kedua, berupaya menyempurnakan kebijakan Jokowi yang belum baik serta yang Ketiga, akan mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan baru pemerintah yang dapat dipastikan lebih baik.

Salah satunya yang belum maksimal menurut KMA adalah kebijakan Pemerintah dalam pemberdayaan Santri dan Pesantren, baik di Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi.

Munculnya istilah Gus Iwan adalah satu yang menjadi visinya, menjadikan para santri tidak hanya pintar ngaji, dakwah dan baca kitab tapi juga pintar menjadi pelaku ekonomi dengan menjadi pengusaha-pengusaha hebat.

“Kita akan munculkan Gus Iwan, Santri-santri yang berakhlak Bagus dan juga Usahawan” Selorohnya.

Ditambahkannya, apapun nama programnya nanti, intinya, pesantren dan para santri hendaknya tidak hanya berkutat dan hebat di lokal, tetapi juga harus mampu tampil hebat di publik, sebagai agamawan, usahawan, ahli tekhnologi, komunikasi dan lain-lain.

“Indonesia sebentar lagi sudah masuk era tekhnologi 5.0, santri-santri harus tampil sebagai pemuda-pemuda yang berprestasi, kreatif dan menjadi pengusaha-pengusaha muda yang hebat” Tambahnya.

Kegiatan Halal bihalal Keluarga Besar PBNU ini dihadiri semua jajaran pengurus PBNU seperti Rois Syuriyah PBNU KH. Miftachul Achyar, Sekjend PBNU H. Helmy Faisal Zaini dan sejumlah pengurus Wilayah dan Cabang NU se Indonesia.

Selain pengurus, tampak pula hadir sejumlah tokoh NU seperti Habib Prof. DR. Alwi Syihab, Mantan Menteri Pendidikan M. Nuh, Menaker RI Hanif Dakhiri, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo dan sejumlah pimpinan partai Politik seperti Muhaimin Iskandar. [AJ/01]

Tinggalkan Balasan