Kader PKPNU Siap Bentengi Nahdliyyin Di Akar Rumput

0
135

Praya, pwnuntb.or.id | Saat ini Nahdlatul Ulama berada dalam posisi terjepit antara faham-faham Radikal Wahabi dan Extrim liberal seperti LGBT. Untuk itu, semua kader diminta untuk terus memperdalam faham-faham Ahlussunnah Waljama’ah agar tidak terjebak pada dua kutub ideologi yang sama-sama ekstrim tersebut.

Hal ini mencuat dalam kegiatan silaturrahim Kader Penggerak Nahdlatul Ulama Se-Kabupaten Lombok Tengah dan Istigotsah yang diadakan alumni Pelatihan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) angkatan 1 sampai angkatan 4 pada Ahad, (18/8) di Pondok Pesantren Nurul Ulum Mertak Tombok, Praya Tengah.

Salah seorang pengurus alumni PKPNU Ustad Junaidi mengatakan, NTB saat ini menjadi zona merah perkembangan ideologi ini. Faham ini selain berciri sangat aktif menyebarkan pemahaman mereka di media sosial dan youtube, mereka juga telah mulai berani mendirikan pondok-pondok pesantren dengan ciri khas ekslusif dan tidak berkomunikasi lepas dengan masyarakat sekitar.

“Untuk itu, semua kader bersepakat untuk terus melakukan konsolidasi dan memperkuat jama’ah di akar rumput agar tidak terpengaruh” Ust. Junaidi

Selain melakukan konsolidasi, para kader juga akan terus melakukan pendataan kader berbasis wilayah terutama bagi kader yang saat ini belum begitu aktif.

Acara silaturrahim ini ditutup dengan Tausiyah keagamaan yang disampaikan TGH.M. Nur Mukhtar S.Pd.I Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ulum dan TGH. Supardi Ramli, Alumni Angkatan Pertama PKPNU di Lombok Tengah. [Rian]

Tinggalkan Balasan