Kajian Tafsir Ba’da Jumat di Islamic Center NTB

0
29
Dr. H. Adi Fadli, M. Ag (Dosen Pascasarjana UIN Mataram/Katib Syuriah PWNU NTB)

Mataram, Pwnuntb.or.id || Mempersiapkan hari esok lebih baik dengan bingkai ketakwaan adalah prioritas setiap jiwa.

Dalam kajian yang disampaikan oleh Dr. H. Adi Fadli, di Islamic Center NTB, terkait dengan Qur’an Surat Al Hasyr ayat ke 18.(07/6/19)

Q.S 59:18
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Disampaikan oleh Dr. H. Adi Fadli:
“Hendaknya kamu selalu melihat/menyiapkan untuk masa depan (hari esok). Kata lighadin maknanya hari esok, masa depan, atau akhirat, dan bertakwalah kepada Allah. Artinya bahwa setiap sesuatu yang kita rencanakan harus selalu dengan bingkai ketakwaan kepada Allah SWT”.

Jika diimplementasikan dalam konteks kehidupan nyata, maka proses merencanakan sesuatu untuk menata masa depan yang lebih baik akan memiliki substansi di hadapan Allah SWT dengan tetap mengedepankan ketakwaan. Artinya perencanaan yang dilakukan untuk hari esok tidak bertentangan dengan ketentuan agama Islam.

Taqwa adalah sikap yang mestinya berkesinambungan, sama halnya dengan mempersiapkan hari esok yang lebih baik.

Ia juga menyinggung konteks pendidikan pada anak, yakni sikap kasih sayang. Pendidikan kepada anak adalah memanggilnya dengan panggilan kasih sayang, seperti pangeranku, putriku, dan layaknya Allah memanggil hambanya dengan sebutan Yaa Ayyuhalladzi Na’amu.

Terkahir ia menutup kajian dengan melafalkan Wallahua’lamu Bisshawab..

Tinggalkan Balasan