Ketua Lakpesdam PBNU: Pengembangan SDM NU Harus Berproses di Kaderisasi

0
50

Mataram, Pwnuntb.or.id | Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Pusat, Rumadi Ahmad menjelaskan, ada dua mandat besar Lakpesdam bagi kemajuan NU.

“Pertama sesuai namanya yakni kajian, yang artinya mengkaji isu-isu strategis yang memiliki implikasi sosial secara langsung bagi bangsa dan khususnya untuk nahdiyin terutama di wilayah tinggal masing-masing,” ucapnya saat Kopi Darat (Kopdar) dan silaturahim bersama Ketua Lakpesdam PBNU Rumadi Ahmad bersama kader NU NTB di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) Jalan Pendidikan Momor 6 Kota Mataram, Rabu (3/7).

Kedua lanjutnya, adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Pengembangan pembangunan SDM dengan sadar untuk merubah pola pikir agar menjadi manusia yang sepenuhnya.

Dikatakan, pengembangan SDM itu menurutnya harus melalui kaderisasi. NU sesuai AD/ART mengamanatkan untuk menguatkan kader ulama, kaderisasi pungsional, dan struktural. “Kaderisasi saat ini dengan tujuan mempersiapkan kader kader tanfidziyah terus berjalan, akan tetapi yang kurang kaderisasi ulama,” ujar akademisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

Menurutnya, kaderisasi ulama ini penting bagi yang memiliki otoritas secara ilmu keagamaan dan memiliki wawasan kebangsaan. Karena itu, Lakpesdam PBNU pusat khusus konsentrasi keulamaan yang di gagas dengan istilahnya PPWK.

“Ini sangat setrategis yang memiliki otoritas keulamaan sangat luar biasa. Dan NU spiritnya ada di ulama. Kalau ulama sudah hilang di masyarakat, itu gak ada yang dibanggakan lagi bagi NU,” tururnya.

Ulama lanjutnya, tidak harus di rebut tapi perlu diperkuat. Dia mencontohkan banyak ustadz di televisi salah menulis Al-Qur’an yang tidak hanya sekali. Namun itu di pakai dan di percaya oleh televisi dan masyarakat. “Ulama saat ini banyak yang dari pasar gelap yang muncul melalui youtube dan medsos,” ujarnya.

lebih jauh dia menjelaskan bahwa ulama gelap mereka banyak muncul dari mualaf dan dari hijrah, hanya karena pinter ngomong kemudian di undang. “Orang NU memiliki otoritas bicara agama dan memang di produksi untuk itu,” sebutnya.

Hadir dalam kopdar ini Ketua PWNU NTB TGH Masnun Tahir, Ketua PCNU Lombok Barat H Nazar Na’ami, Sekretris PCNU Lombok Barat Ust Ali Maksum, Ketua IPNU NTB Pauza Basri, Ketua cabang Lakpesdam NU se Lombok, dan puluhan kader NU setempat.

Tinggalkan Balasan