Kiai Said dan Habib Luthfi Kembali Masuk Daftar 50 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia

0
7

JAKARTA, PWNUNTB.OR.ID | Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj masuk dalam daftar 50 Muslim paling berpengaruh di dunia. Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah Jakarta Selatan ini, masuk dalam daftar yang dihimpun oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), sebuah lembaga independen Islam berbasis di Aman, Yordania.

KH Said Aqil Siroj berada di peringkat ke-19 dalam daftar tersebut. Selain Kiai Said, Habib Luthfi bin Yahya juga masuk tersebut yakni menduduki posisi ke-33, di mana pada tahun sebelumnya berada di peringkat ke-41.

Selain Kiai Said dan Habib Luthfi, juga masuk Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad, yang masing-masing berada di peringkat 13 dan 42.

Forum penghargaan itu terwujud dalam International Conference on Cohesive Societies (ICCS) yang diselenggarakan untuk pertama kalinya pada tahun ini.

RISSC, lembaga yang berafiliasi dengan The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought ini melakukan perrangkingan tokoh Muslim paling berpengaruh setiap tahunnya, sejak tahun 2008 silam.

Sesuai hasil riset RISSC, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj (Kiai Said) menjadi salah satu dari 100 Muslim paling berpengaruh di dunia selama sebelas tahun terakhir. Hasil ini merupakan akumulasi pengaruh tokoh selama sebelas tahun terakhir berdasarkan riset RISSC.

Sejak tahun 2010, Kiai Said selalu masuk dalam 20 urutan teratas Muslim paling berpengaruh di dunia. Tahun 2010 dan 2012, Kiai Said berada di urutan 19. Kemudian tahun 2011 dan 2014/2015, Pengasuh Pesantren Al-Tsaqafah ini menempati peringkat 17. Tahun 2013/2014 menjadi peringkat tertinggi Kiai Said, urutan ke-15.

Sementara itu, pada 2016, Kiai Said menempati peringkat ke-18. Sedangkan tahun 2017, Kiai Said berada di urutan ke-20. Kiai Said berada di luar 20 urutan teratas pada 2018, di mana ia menempati urutan ke-22.

Presiden Wanita Pertama Singapura

Presiden Singapura Halimah Yacob menduduki nomor 38 tokoh Muslim berpengaruh di dunia. Halimah adalah Presiden Singapura perempuan yang pertama. Straits Times melansir, Halimah bisa menduduki peringkat ini karena upayanya dalam mempromosikan kohesi sosial dan juga dalam memperjuangkan pekerja di negaranya.

Pemberi penghargaan menyatakan, “Sebagai presiden ia telah mempromosikan inisiatif untuk mendukung masyarakat yang kohesif, memperkuat kerukukan antaragama, dan mengakui semua pekerja yang berkontribusi pada pertumbuhan di Singapura. Dia memiliki profil internasional yang kuat, dan rutin bertemu dengan para pemimpin dunia.”

Dari semua inisiatif dijalankan Halimah selama menjadi presiden, salah satunya berupa forum antaragama yang mendatangkan pemimpin dari berbagai agama di seluruh dunia untuk bersama-sama menyebarkan pemahaman yang baik demi kerukukan antarkomunitas dan umat beragama.

Halimah juga memulai inisiatif baru dengan menunjukkan apresiasinya kepada buruh yang bekerja keras di balik layar, seperti buruh di bidang transportasi. Peringkat Halimah sebagai muslim paling berpengaruh terus meningkat.

NU ONLINE

Tinggalkan Balasan