Lawan Berita Bohong, Warga NU NTB Diminta Melek Media

0
75
nu-lombok-tengah

PWNUNTB.OR.ID – LOMBOK – Perkembangan teknologi digital yang demikian berkembang pesat, dengan arus informasi demikian deras, terutama media sosial, mau tidak mau menuntut masyarakat, khususnya warga Nahdlatul Ulama (NU) harus melek media

Permintaan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) Wilayah NTB yang juga Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTB, Lalu Aksar Anshori di acara seminar jurnalistik NU dan budaya media di aula Pendopo Wakil Bupati, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (31/3/2018)

“Era digital sekarang ini, arus informasi demikian deras, tanpa terkontrol, terutama media sosial, sehinggaak warga NU harus melek teknologi, melek media, supaya bisa melawan berita bohong (Hoax)” kata Aksar

Sebab, kalau tidak melek teknologi dan media, tidak mampu mengelola informasi secara bijak, akan mudah terpengaruh berita bohong yang banyak bertebaran melalui media sosial

Selain itu, di era digital sekarang ini, rentannya dilakukan pembunuhan karakter terhadap tokoh – tokoh NU dengan berita bohong dan fitnah, seperti yang kerap menimpa KH. Said Aqil Siradj, KH. Ma’ruf Amin dan sejumlah Kiyai besar NU lain

Melalui media sosial juga, kita bisa menyaksikan, bagaimana kelompok radikal mencoba berusaha memisahkan warga NU dengan lembaga dan tokoh – tokohnya dengan berita bohong dan fitnah

“Kalau warga NU sampai mulai terpisah dari NU dan hilang kepercayaan terhadap tokoh didalamnya, kan sangat berbahaya dan dalam kenyataan, hal seperti itu memang terjadi pada sebagian warga NU, ketika itu terjadi kita tidak berdaya” katanya

Akshar mengatakan, tantangan berat lain bangsa Indonesia adalah sebagaimana cita – cita mantan Presiden Sukarno dengan apa yang disebut membangun karakter bangsa, demikian dengan mudah terkoyak

Hanya dengan aksi satu dua orang menebar berita bohong, fitnah berbau Sara. Bangsa Indonesia demikian mudah terprovokasi dan diadu domba, baik dengan sesama Islam maupun beda agama

Dikutif dalil Al – Qur’an dan hadits yang menguntungkan mereka dan dibuat seolah – olah apa yang disebarkan kelompok penyebar berita bohong benar,  kemudian melalui jaringan media sosial yang besar dan terorganisir, disebarkan luas meracuni fikiran masyarakat

“Masyarakat yang pemahaman agamanya lemah, terutama orang – orang seperti kita sangat mudah dipengaruhi dan percaya, bahwa apa yang diajarkan ulama kita keliru, karena pengetahuan lemah, mudah dipengaruhi dan disangkakan” katanya

Menurutnya, Kalau ini dibiarkan, percayalah, kita akan kehilangan tempat, meski secara keorganisasian NU besar, akan tetapi kalau warganya tidak melek media, melek teknologi akan kalah oleh kelompok kecil yang menguasai teknologi media sosial

“Mau jadi pemimpin di sana sini dibunuh karakternya, selesai sudah, karena sangat masif dilakukan dan ini bukan sekedar membahayakan NU, tapi Indonesia juga” kata Akshar

Ia pun mengingatkan, Indonesia dengan keberagaman dimiliki, bukan hanya beda aliran agama, tapi juga beda agama, suku, etnis, bahasa dan budaya Jangan sampai Indonesia akan seperti Irak dan Afganistan, betapa banyak negara Islam hancur, karena tidak bisa menghargai perbedaan

Lebih lanjut, mantan Ketua Gerakan Pemuda Ansor NU Wilayah NTB tersebut meminta, supaya di era demokrasi, NU harus memperkuat diri bisa melahirkan pemimpin lokal maupun nasional, NU juga harus mampu menjadi bagian yg mampu mengelola era digital sekarang secara cerdas dan bijak. (Jhellie/01)

Sumber : NU Lombok Tengah

Tinggalkan Balasan