Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Haul Gus Dur ke 10.

0
38

pwnuntb.or.id || Acara di awali dengan sholat Isa berjamaah di Lanjut dengan Tahlilan, Zikir dan doa yang di pimpin oleh Wakil Rais PWNU NTB TGH Lalu Muhamad sohimun faesal di ikuti oleh Sektaris Tanfidziyah dan sejumlah jajarannya PWNU NTB, Badan otonom dan lembaga-lembaga NU yang ada ditingkat wilayah dan aktivis PMII, IPNU – IPPNU, bertempat di Aula NU NTB. (Kamis, 26/12/19)

”Anak muda NU di NTB atau Gusdurian Selalu mengenang Gus Dur tiap tahun, kali ini temanya Rindu Gus Dur sehingga LTNNU NTB menampilkan Karya Karat (buku) yang ditulis oleh Gus Sendiri” kata Suaeb Qury Ketua LTNNU NTB dalam pengantarnya di acara tersebut.

Karena biasanya selalu di rangkaian dengan penampilan seni dan budaya. Kali ini berbeda dengan tujuan melahirkan generasi yang menjiwai semangat pemikiran Gus Dur yang toleran maupun keberagaman.

“Forum ini menjadi forum mendengar testimoni tentang Gus Dur karena yang hadir ini muka muka jarang membaca sehingga dengan forum ini minimal mendengar” Kata Mantan Ketua GP Ansor NTB ini di sambut aplous

Lebih lanjut dia menyebutkan ada tiga hal pemikiran Gus Dur yang perlu di pahami oleh generasi yakni pertama menjaga keutuhan, kedua lanjutnya memikirkan umat dan ketiga memikirkan keluarga.

”keluarga bagi Gus Dur di taruh nomor tiga, yang di utamakan adalah kebutuhan bangsa dan umat” terangnya.

Oleh karena itu, LTNNU NTB kini akan focus ke pondok pesantren untuk melatih santri maupun siswa NU menulis. Agar kedepan ketika masuk di perguruan tinggi manapun mereka sudah bisa menulis dan juga nanti tidak lupa menulis tengang NU

“Melalui forum ini juga LTNNU NTB berharap lahir pemikiran pemikiran Gus Dur baik tentang sosial, politik dan lainya” kata Penulis Buku Kaum Muda Berdaya saing ini

Di akhir acara para tokoh yang hadir secara bergiliran menyampaikan testimoni nya selama kurang lebih lima menit.

Wakil Rais PWNU NTB TGH Lalu Muhamad sohimun faesal menyebut bahwa Gus Dur itu wali.

Sementara Sekretaris PWNU NTB H. Lalu Aksar Ansori menyebut kan bahwa Pertama Gus Dur mampu membawa gerakan Islam tradisional yaknis islam kampung (pesantren) diterima di tengah tengah kemajuan kota yang sedang memikirkan pembangunan dan lainnya.

Kedua lanjutnya Gus Dur membawa NU dan Islam tradisional tadi Lebih percaya diri Hingga diterima ke dunia. Dan ketiga bagi Mantan Ketua Umum cabang PMII kota Mataram ini menyebutkan bahwa Gus Dur adalah spirit perjuangan bagi aktivis PMII saat itu terutama di universitas umum (UNRAM).

Sementara Akhdansyah anggota DPRD NTB dari Fraksi PKB yang juga hadir di acara yang di beri tema “Rindu Gus Dur” itu menyebutkan bahwa dirinya sebagai pengagum sosok sebagai manusia yang terlahir bukan untuk jamannya.

“Ya, Gusdur terlalu maju melampaui waktunya, sehingga lebih banyak yang tidak mengerti daripada yang paham apa yang menjadi pikiran dan gerakannya” jelasnya.

Mantan Ketua umum PC PMII kota Mataram tahun 2000-2001 itu mengibartkan Bahwa saat orang atau manusia lainya baru mendengar Justru Gus Dur sudah bisa menulis.

“Kalau kita lasifikasikan tahap kecerdasan mualai dari tahap mendengar, berbicara dan menulis. Orang baru belajar mendengar Gus Dur sudah menulis. Begitu jauh lompatan kecerdasan nya” Kata alumnus Ponpes NU Al Islahudiny Kediri Lombok Barat ini.

Tinggalkan Balasan