Mahbub Djunaidi, Sosok Aktifis, Penulis dan Ulama Yang Menggetarkan

0
97

Mataram, Pwnuntb.or.id | Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN) NU NTB memperingati Hari Lahir Mahbub Djunaedi yang ke 85 dengan diskusi pemikiran Mahbub pada Rabu (31/7) hari ini di De Lima Caffe Mataram.

Hadir sebagai Narasumber Ketua LTN NTB Suaeb Qury, Wartawan Senior Rudi Hidayat, Dosen UIN Mataram Dr. Saleh Ending dan seorang penikmat pemikiran-pemikiran Mahbub Akhdiansyah, S. Hi

Akhdiansyah dalam presentasinya mengatakan. Gagasan Mahbub Djunaedi memberikan peran penting dalam partisipasi politik kebangsaan dengan lahirnya istilah khittah plus. NU pernah menjadi Partai Politik, setelah itu kembali ke Khittah, dan kreatifitas tangan Gusdur membuat NU kembali melahirkan politik kebangsaan melalui Partai Kebangkitan Bangsa

“Saya kira gugusan pemikiran Gusdur dan Mahbub serupa tapi tak sama, gagasan politik kebangsaannya jelas, ia termasuk yang mewacanakan khittah plus yang kami maknai sebagai latarbelakang historis lahirnya PKB dari rahim NU ” jelas Akhdiansyah yanh juga menjabat Sekretaris DPW PKB NTB ini.

Sementara itu, Rudi Hidayat menjelaskan, menenang Mahbub Djunaedi memberikan harapan baru bagi lahirnya generasi aktifis yang mencintai dunia sosial politik sekaligus memiliki talenta penulis.

“Kita sangat berharap, setelah diskusi ini lahir Mahbub-Mahbub muda dari generasi aktivis muda milenial sekarang” Harapnya.

Dr. Saleh Ending menyasar pemikiran Mahbub dari segi pergerakannya sebagai aktifis sosial, ekonomi, politik dan pesantren. Dikatakan Ending, Mahbub adalah sosol yang jenius. Ia seorang penulis dan aktifis yang cerdas karena hampir setiap hari pemikirannya bisa kita baca di koran dan majalah.

“Selain penulis, Beliau ini pendiri sekaligus Ketua Umum pertama PB PMII tahun 1960. Inilah tahun dimana generasi muda Indonesia bangkit. Nah, anda-anda perlu menjadikan milenium saat ini sebagai momentum seperti Mahbub, Siap??”. Tanyanya.

Ia mengajak semua peserta tidak hanya mengenang Mahbub, tetapi dapat menjadikannya Prototype aktifis yang ideal, serta seorang ulama yang kiprahnya menggetarkan.

“Mari kita hadiahkan fatihah untuk beliau” Tutup Ending.

Tinggalkan Balasan