Mengenang Sosok Perempuan Penggerak NU Lombok Timur

0
184
Almh. Hj.Hidayah

pwnuntb.or.id : Mengenang tiga hari wafatnya Hj.Hidayah, istri tercinta TGH.Abdul Azim, sosok tokoh NU.

HJ. Hidayah, ini sosok perempuan hebat dan tangguh yang selalu setia menemani sang suami untuk berdakwah di setiap desa dusun. Tidak pernah ada kata lelah dan bosan untuk mendampingi.

Ketika nama beliau terdengar di masjid yang menyebutkan Innalillahi Wainnailaihi Roji’un rasanya sangat menyedihkan tangisan terdengar di mana-mana, membuat orang kaget mendengar suara itu.

Rasanya tidak ada yang percaya kepergian beliau.
Beliau wanita yang sangat taat beribadah kepada Allah SWT, setiap jam tiga malam beliau terbangun untuk mandi dan langsung shalat, sehabis sholat beliau bersolawat sampai matahari memancarkan sinarnya, dan sosok Hj. Hidayah, ini selalu mengingatkan anak dan cucunya untuk shalat ketika azan di komandangkan, dan jika tidak sholat maka anak-dan cucu-cucunya di marahin ujar cucunya Yusron Al-Misri.

Di saat saya mulai nyantri di pondok pesantren Hidayatul Islamiyyah NU Bagik Nyaka, miliknya beliau.
Beliau jarang sekali bertutur kata yang menyakitkan perasaan orang lain, orangnya ramah dan selalu memberi, dan semuanya sudah berahir dan semoga beliau di tempatkan di taman syurganya Allah. SWT.

Ikhwanul Muslim ketua IPNU LOTIM, menyampaikan:

“Beliau sangat beruntung karena mendapatkan seorang suami yang terkenal ketokohannya!” ujarnya.

TGH. Latif, dalam ta’ziyahnya:

“Mati itu adalah sesuatu yang pasti kita akan terima. Namun itu rahasia Allah SWT. Di dunia ini adalah ladang ahirat untuk mencarikan diri kita bekal yang akan kita bawa di dalam kubur nanti, dalam kubur kita sendiri, petang, sempit dan kita tidak bisa meminta pertolongan kepada anak keluarga kita, hanyalah amal kebajikan kita yang akan mampu menolong kita, dalam hidup ini juga kita menjalani banyak sekali episiode, episiode pertama kita menjadi air, episiode ke dua kita menjadi darah, episiode, ketiga kita menjadi daging dan episiode ke empat kita ada di muka bumi ini dan seterunya sampai episiode terahir kita berada di padang mahsarnya Allah SWT. Oleh sebab itu mari kita mampaatkan hidup kita untuk berbuat baik agar kelak tidak susah dan gelisah di dalam kubur, biar ada yang menemani!” ujarnya.

Tinggalkan Balasan