Momentum Hari Santri, PCNU Lombok Timur Perkuat Wawasan Ahlussunnah wal Jamaah dan Pancasila Lewat Seminar.

0
29

Panitia Hari Santri (HSN) 2019 Kabupaten Lombok Timur dan Pengurus Cabang Nahdalatul Ulama Lombok Timur gelar seminar hari santri nasional,yang mengambil tema “Menguatkan Ahlussunnah wal Jamaah dan Pancasila untuk menjaga keutuhan NKRI”. Acara berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Lombok Timur yang langsung dibuka oleh Kepala Bakesbangpoldagri Mewakili Bupati Lombok Timur. (19/10)

Tema Yang diambil Merupakan singkronisasi dari kebangsaan dan Keislaman” ungkap Rof’il Khair Selaku ketua Panitia HSN 2019 Lombok Timur didalam sambutannya. Kegiatan Seminar ini merupakan bagian Rentetan kegiatan HSN 2019 yang puncaknya nanti pada tanggal 22 di Ballroom Kantor Bupati Lombok Timur.

Pada acara seminar ini di hadiri oleh ketua Tanfidziah Nahdlatul ulama Lombok timur, TGH. Marwan Hakim bapak kesbangpoldagri, yang mewakili Bupati Lombok timur, bapak Kapolres bapak Dandim 1615 kabupaten Lombok timur, para santri perwakilan pondok pesantren NU yang ada di sekitar Lombok timur.

Dalam sambutannya ketua Tanfidziah mengajak kepada semua santri dan tamu undangan untuk menanamkan PBNU (Pancasila, Bineka tunggal Ika, NKRI, UUD) Agar tercipta negara yang aman tidak terjadi kerusuhan dan Keributan.

Bahwa santri memiliki peran penting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa, untuk itu di era digital dan teknologi yang semakin canggih ini, santri tidak boleh termakan Berita hoax dan Paham Radikalisme didalam sosial media, pesan TGH.marwan kepada Peserta khususnya santri.

Sedangkan Kepala Bakesbangpoldagri Lombok Timur, Salmun Rahman menyatakan Sangat berterima kasih kepada PCNU Lombok Timur dan Panitia HSN, Dengan adanya kegiatan ini Bakesbangpoldagri Lombok Timur merasa bangga dan terbantu dalam menjalankan tugas pokok dan kewajibannya dalam menjaga kesatuan dan keutuhan bangsa Indonesia Ini.

Ia juga menyampaikan dalam momen Seminar Hari Santri Nasional ini bisa ditangkap ialah negara ini telah mengakui posisi dan kedudukan Pondok Pesantren atau santri yang sangat strategis, Santri, Polri dan TNI maupun pemerintah bersama sama menjaga keutuhan NKRI.

Beliaupun Menegaskan bahwasanya PBNU, yakni Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 45 harus tetap dipertahan dan tularkan kepada generasi penerus. NU dari dulu sampai sekarang memang sudah terbukti menjadi Garda terdepan memperjuangkan dan Mempertahankan NKRI.

Tinggalkan Balasan