PPM Aswaja Gelar Silatnas VIII di Pesantren Miftachus Sunnah Surabaya

0
25

Surabaya, PWNUNTB.or.id | Media dan kader profesional NU memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang selama ini diajarkan oleh Nahdlatul Ulama.

Menyikapi hal ini, Persaudaraan Profesional Muslim Aswaja (PPM Aswaja) menyelenggarakan kegiatan rutin silaturrahim nasional (Silatnas) VIII pada Sabtu-Ahad (27-28/4) di Pesantren Miftachus Sunnah asuhan Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar.

PPM Aswaja sendiri merupakan komunitas yang beranggotakan kader profesional NU yang bergerak di bidang media.

Kegiatan ini mengangkat tema besar Urgensi Sinergi Peran Media dan Profesional NU dalam Berkhidmat kepada Agama, Bangsa, dan Negara. Diangkatnya tema ini menurut sekretaris PPM Aswaja, Mukhlisin, adalah untuk memperkuat sinergitas antara media aswaja dan para profesional NU.

“Kegiatan ini merupakan kesinambungan dari silatnas dari pertama hingga ketujuh, yakni penguatan jejaring media online aswaja. Di Silatnas kedelapan ini, kami mecoba mengembangkan lebih luas lagi, yakni memperluas penguatan jejaring yang profesional dengan melakukan sinergi antara peran media dan profesional NU,” jelasnya, Sabtu (27/4).

Ia menambahkan, tema ini juga sebagai wujud khidmah dari PPM Aswaja kepada Agama, Bangsa, dan Negara.

Kegiatan yang akan dibuka oleh KH Miftachul Akhyar ini nantinya akan diisi dengan beberapa tema diskusi dan pelatihan yang menghadirkan narasumber yang sesuai dengan bidang tema.

“Hampir di tiap silatnas selalu mengundang narasumber sesuai dengan bidang tema yang dibahas. Selain itu ada juga pelatihan yang diperuntukkan bagi santri yang ada di lokasi penyelenggaraan Silatnas,” bebernya.

Pria asal Purwokerto ini juga menjelaskan alasan dari pemilihan pesantren untuk lokasi berlangsungnya setiap kegiatan silatnas PPM Aswaja. Menurutnya, ini adalah salah satu langkah dari PPM Aswaja untuk mengingatkan serta mendekatkan para profesional kepada para kiai yang ada di pesantren.

“Kami selalu memilih tempat Silatnas di pesantren. Karena rata-rata kaum pekerja jarang ke pesantren, sehingga dengan mengadakan di pesantren bisa mendekatkan mereka serta mengambil berkah dari kiai-kiai pesantren. Selain itu untuk menjaga ghirah (semangat) terhadap pesantren,” tukasnya.

Kegiatan ini akan diikuti oleh sekitar seratus peserta yang berasal dari berbagai daerah yang ada di nusantara.

“Peserta memang mayoritas dari Jawa Timur, namun ada juga yang dari luar Jawa, seperti dari Aceh, Lombok Barat, dan Bali. Total sudah ada seratus peserta yang sudah melakukan konfirmasi kepada kami untuk mengikuti kegiatan ini,” pungkasnya. (Hanan/Muhammad Faizin)

Tinggalkan Balasan