Ranting NU Pandan Indah Study Banding ke NU Jawa timur

0
124

Jawa Timur, pwnuntb.or.id ~ Keberadaan PWNU Jatim Award yang digelar setiap tahun, mendapat perhatian dari sejumlah daerah di Indonesia. Kunjungan ke PWNU Jatim di Surabaya pun dilakukan oleh aktivis NU dari berbagai tingkatan. Mulai dari kepengurusan kota dan kabupaten, bahkan hingga desa.

Setelah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Tasikmalaya, Jawa Barat, kini dari Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), belasan pemuda Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah, mengunjungi Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, di jalan Masjid Al-Akbar Timur No 9 Surabaya, pada Kamis (25/7).

Mereka disambut hangat PWNU Jatim di antaranya Mohammad Syukron Dosi (Wakil Sekertaris PWNU Jatim), Ahmad Syakur (Sekretaris Lembaga Wakaf dan Pertanahan) dan Riadi Ngasiran (Pemimpin Redaksi Majalah Aula).

Kunjungan ini dalam rangka bersilaturahmi sekaligus meminta saran mengenai Badan Otonom (Ranting) yang baru didirikan pada 23 Juni 2019 tersebut.

Hamdi, Ketua Ranting NU Pandan Indah Kecamatan Praya Barat Daya Kabupaten Lombok Tengah mengungkapkan tujuannya berkunjung di PWNU Jatim tidak lain untuk belajar tentang NU. Karena baginya, NU Ranting yang baru didirikan di Desa Pandan Indah, membutuhkan referensi program dari beberapa ranting di Jawa Timur.

“Tujuan utama sampai ke PWNU Jatim ini karena menurut kami jajaran PWNU Jatim pilihan yang tepat untuk belajar tentang NU. Bagi kami yang baru ini sangat membutuhkan referensi program, untuk kita diskusikan pada saat musyawarah kerja, dan pembuatan program yang nanti akan dilaksanakan pada 22 Agustus 2019,” katanya.

Hamdi bersama pengurus lainnya berharap, kunjungannya di PWNU Jatim berbuah hasil.

“Harapan setelah pulang dari PWNU Jatim, atau dari beberapa ranting lainnya, banyak informasi keilmuan, bahkan metode, atau teknis hingga struktur yang bisa kita jadikan acuan untuk ranting kita ke depan,” tandasnya.

Pada pertemuan itu, Riadi Ngasiran dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menggerakkan nilai-nilai ajaran Ahlussunah wal Jama’ah atau Aswaja an-Nahdliyah hingga ke struktur di tingkat bawah. NU Jatim dalam memperkuat struktur di bawahnya melalui kegiatan lailatul ijtima yang dilaksanakan setiap bulan.

“Penting sekali penguatan NU hingga tingkat bawah. Misalkan penguatan di masjid-masjid, kalau perlu masjid dikasih simbol NU. Dan pentingnya lagi, harus ada komunikasi dari Ranting ke Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan