Rektor UNU NTB Ceritakan pesan Mbah Moen Kepada Muslimat dan Fatayat NU

0
187

Mataram, Pwnuntb.or.id | Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat (NTB) Baiq Mulianah, S.Ag, M.Pd.I memiliki pengalaman yang istimewa terkait Almagfurlah Mbah Moen atau KH. Maimoen Zubair.

Ia menceritakan, saat beliau (Mbah Moen) hadir di acara Munas 2017 di Lombok, Mbah Moen berpesan kepada beberapa anggota muslimat NU NTB yang silaturrahim ke hotel tempat beliau menginap. Dikatakannya, Mbah Moen berpesan agar muslimat mendidik anak-anak Indonesia menjadi generasi yang berilmu, berakhlak dan mencintai negerinya.

Tak hanya itu, kiai sepuh itu juga berpesan agar muslimat NU turut aktif menjaga Indonesia agar tidak mengalami nasib seperti Australia yang mendiskriminasi penduduk Asli Asutralia Aborogin.

“Beliau cerita sangat lancar tentang sejarah suku asli Aborigin, mulai dari asal-usulnya hingga bagaimana hak-hak mereka dicederai di negaranya sendiri” Cerita Baiq Mulianah.

Rektor UNU ini mengatakan, inilah kesaksian keistimewaan Mbah Moen yang jarang dimiliki oleh kebanyakan manusia, luasnya pengetahuan dan kuatnya ingatan.

“Mbah Moen sosok ulama yang sangat mencintai ilmu pengetahuan, memiliki kecintaan yang luarbiasa pada Indonesia dan ingatan sangat kuat” Tambahnya.

Perempuan yang akrab disapa Baiq Mul ini mengaku sangat merasa kehilangan atas kepergian Mbah Moen. Ia merasakam hal yang sama ketika dulu ia menjenguk Gusdur sesaat sebelum Gusdur Meninggal.

“Rasanya ada sesuatu hal besar yang hilang, serasa kosong” Tandasnya tak mampu mendiskripsikan perasaannya.

Ia meminta seluruh ummat islam di Indonesia, masyarakat NTB dan semua warga Nahdliyyin untuk berhadiah Fatihah dan Shalat Goib untuk Mendiang Almagfurlah Mbah Moen yang telah diputuskan akan di Makamkan di Makkah Al Mukarramah. [AJ/01]

Tinggalkan Balasan