Santri NTB Diminta Bisa Responsif Terhadap Setiap Perubahan.

0
18

Mataram, pwnuntb.or.id – Seiring kemajuan zaman yang menyebabkan terjadinya perubahan demikian cepat dalam berbagai aspek kehidupan, masyarakat termasuk kalangan pelajar dan santri harus mampu bersikap responsif terhadap terhadap setiap perubahan yang terjadi.

“Sekarang ini perubahan dalam berbagai aspek kehidupan manusia demikian cepat, karena itu sebagai seorang pelajar, santri harus responsif terhadap setiap perubahan” kata Sekretaris Jendral, Kementerian Agama RI, Prof. Nur Kholis Setiawan di acara Kompetisi Sains Madrasah (KSM) di Mataram, Kamis (15/8/2019).

Ia mengemukakan, hasil penelitian jurnal ilmiah internasional, dalam 10 tahun terahir, para peneliti menyatakan, bahwa sedang terjadi peralihan kekuatan dari barat ke timur. Peralihan tersebut bisa dilihat dari kemajuan dicapai, Jepang, Korea, China dan India.

Indonesia termasuk negara yang diprediksi menjadi salah satu kekuatan di dunia. Kemunduran justru mulai melanda Eropa, barat dan Amerika.

Dengan landasan keagamaan yang kuat, Nur Kholis meyakini, para santri merupakan calon pemimpin di masa mendatang, sehingga disamping membutuhkan kecerdasan intelektual, juga moralitas ahlakuk Karimah.

“Tidak cukup pintar kalau tidak benar, tidak bisa benar kalau tidak pintar, maka keduanya harus sejalan” kata Nur Kholis

Menggunakan nalar kritis yang ditopang dengan religiusitas keagamaan. Dalam menghadapi dan merespon perubahan tersebut, santri terang Nur Kholis sekiranya perlu memiliki lima karakter untuk menghadapi apa yang disampaikan ilmuan.

Pertama. sifat tawadhu, seorang yang berilmu harus senantiasa tawadhu dengan ilmu dimilik dan semua anak pesantren maupun madrasah harus memiliki itu. Kedua adalah, kesiapan untuk bersinergi, apapun yang sulit kalau dilakukan bersama sama akan mudah.

Sifat ketiga adalah responsif. Sebagai generasi milenial, ketikan terjadi perubahan santri harus mampu secara cepat responsif, mudah bergaul, suka berbagi mencerdaskan masyarakat sekitar.

“Mampu bersikap profesional, sesuai situasi dan kondisi, ketika waktunya mengambil keputusan” katanya.(Tur)

Tinggalkan Balasan