Tabligh Akbar dan Pelantikan UPZIS NU CARE – LAZISNU Lombok Utara

0
80

KLU, PWNUNTB.OR.ID | Ada dua tugas pengurus Lembaga Amil Zakat Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Pertama menyasar orang kaya untuk diajak mengeluarkan zakatnya. Kedua, menyasar golongan tidak mampu untuk diberikan zakat yang dikeluarkan dari orang kaya tersebut.

Hal ini disampaikan Ketua Tandfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Lombok Utara (KLU) TGH. M. Sai, M. HI pada acara Pelantikan UPZIS NU CARE – LAZISNU Lombok Utara, di Pondok Pesantren NU Nurul Yakin Pandanan Desa Malaka Kec. Pemenang Lombok Utara ini pada, Ahad (2/2/2020)

Hadir dalam kegiatan tersebut, TGH. Munajib Kholid, Ketua Lazisnu NTB Ustz. Saprudin, M.S , seluruh Jajaran Pengurus PCNU KLU, Jajaran Pengurus Banom dan Lembaga serta ribuan Jama’ah Nahdliyyin.

TGH. M. Sai, M. HI menambahkan, terkadang golongan yang kedua bisa menjadi golongan yang pertama yakni menjadi Munfiq dan Mushoddiq oleh karena kekayaan hatinya mereka. Untuk golongan yang begini, Lazisnu telah menyiapkan KOIN (kotak infaq) yang mereka isi sesuai dengan kemampuannya.

“Dengan kekuatan KOIN ini nantinya menjadi kekuatan tersendiri di jamiyah kita dengan pola dari jamaah untuk jamaah.” Jelasnya.

Sementara itu, Ketua NUCare LAZISNU NTB Ustz. Saprudin, M.S mengatakan, pengurus LAZISNU NTB beserta seluruh seluruh UPZIS NU Se NTB siap membantu para Muzakki untuk menyalurkan zakatnya kepada para Muzakki.

“Lazisnu hadir untuk memfasilitasi para dermawan yang ingin mengeluarkan Zakat, Infaq dan Shadaqahnya namun tidak tau cara menyalurkan zakat mereka”. Tegasnya

Syarif menambahkan, mengeluarkan ZIS di Lazisnu saat ini tidak sulit, karena Lazisnu telah memberikan layanan digital dan bekerjasama dengan berbagai lembaga keuangan digital seperti Gopay.

Ia menambahkan, salah satu pilar program lazisnu NTB bidang ekonomi adalah membangun kemandirian bagi para mustahik agar tak selamanya mereka menjadi mustahik dan berubah menjadi Muzakki.

“Salah satu program kita untuk hal ini adalah memberdayakan ekonomi ditengah-tengah masyarakat sampai mereka memiliki penghasilan sehingga menjadi Muzakki (memberi zakat)” Tandasnya.

Acara dipungkasi dengaan Pengajian yang disampaikan oleh TGH. Munajib Kholid yang juga Dewan Pembina NUcare Lazisnu NTB.

Dalam ulasannya, TGH. Munajib Kholid banyak memotivasi Jama’ah tentang pentingnya Zakat, Infaq dan Shadaqah. Selain itu ia juga memberikan beberapa masukan penting terutama untuk para pengurus yang baru terbentuk, agar menerapkan manajemen LAZISNU yang disingkatnya MANTAP.

“MANTAP itu singkatan dari Modern, Amanah, Transparan, Akuntabel dan Profesional, sehingga dengan begitu akan muncul kepercayaan dari masyarakat. Kepercayaan harus diperlihara dengan baik karena ia bagaikan keperawan, sekali rusak tidak akan bisa dikembalikan lagi.” Sarannya.

Selain itu, ia mengarahkan semua pengurus benar-benar memanfaatkan teknologi dengan aplikasi digital yang telah disiapkan Lazisnu. Sehingga masyarakat menjadi lebih mudah mengeluarkan zakatnya.[]

Tinggalkan Balasan