Tegaskan Kepada Masyarakat, Ketua PWNU NTB Himbau Patuh Pada Perintah Umara dan Ulama Terkait Virus COVID-19.

0
134

pwnuntb.or.id || Kasus positif virus Corona di wilayah Indonesia terus bertambah. Data terbaru yang disampaikan pemerintah, kasus positif COVID-19 mencapai 514.

“Ada penambahan kasus positif sebanyak 64 orang,” kata juru bicara pemerintah terkait penanganan wabah Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers yang ditayangkan di YouTube BNPB, Minggu (22/3/2020).
Per Sabtu (21/3) kemarin, ada 450 kasus positif Corona di wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 38 pasien meninggal dunia dan 20 pasien dinyatakan sembuh.

Mengingat semakin merebaknya Virus Corona atau Covid 19, Ketua PWNU NTB mengajak semua masyarakat untuk mematuhi arahan dan himbauan dari umara’ dan ulama.

“Mengingat semakin merebaknya Virus Corona atau Covid 19 kami PWNU NTB mengajak semua masyarakat untuk mematuhi arahan dan himbauan dari umara’ dan ulama. Umara’ yaitu dari Pemerintah pusat sampai yg paling rendah, termasuk seruan dari POLRI dan TNI. Sedangkan Ulama dari MUI, NU, Muhammadiyah, NW dll. Karena semua bertujuan untuk kemaslahatan bersama dan terhindar dari wabah Covid 19. Selaku PWNU NTB kami mengarahkan kita harus berikhtiar semaksimal mungkin, berdoa dan baru kita tawakal.” kata Wakil Rektor 1 UIN mataram itu.

“Umara’ dan ulama mengeluarkan himbauan dan fatwa agar masyarakat tidak beraktivitas di luar rumah, menghindari keramaian bukan tanpa kajian, dalil ataupun tanpa analisis kesehatan. Mereka mengambil pelajaran dan pengalaman dari negara yg sama2 mengalami musibah ini. Mereka mengedepankan kaidah: dar’ul mafasid muqaddamun ala jalbil mashalih ( menutup pintu kemudaratan harus dikedepankan daripada mengambil manfaat). Begitu juga ” la dharara wa la dhirar (jangan sampai mencelakakan diri sendiri dan orang lain).” paungkasnya lagi.

Kebijakan pemerintah dan adanya edaran meliburkan sekolah, perkuliahan, melarang umroh, pengajian bahkan shalat Jum’at, bukan karena takut mati, tetapi agama mengajarkan agar kita melindungi jiwa manusia (hifzun nafsi).

“Makanya dari awal, PWNU mengajak semua pihak untuk berusaha berikhtiar seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan dengan sabun, beraktivitas di rumah baru berdoa dan tawakal. Berdoa dengan membaca edaran dari PBNU, PWNU dan ormas lainnya seperti membaca shalawat thibbil qulub, qunut nazilah dll, dengan harapan musibah Covid 19 cepat berlalu.” tutur Ketua NU NTB itu lagi.

Di saat kondisi sulit seperti ini, dibutuhkan ketaatan kepada umara’ dan ulama serta kerendahan hati untuk mau diatur, selalu berikhtiar sambil berdoa mencari solusi sekaligus jalan menghadirkan penyelamatan Allah bagi semua orang.

“Mari kita membatasi diri untuk keluar rumah, kita bekerja dan melakukan aktivitas lainnya dari rumah. Dalam hadis sudah dijelaskan ” al-uzlah salamah” (berdiam diri waktu ada wabah adalah pangkal kesalamatan).” tutupnya.

Tinggalkan Balasan