Tim NU Peduli Lombok Terus Tingkatkan Palayanan Untuk Pengungsi

0
64
Tim-peduli-nu-lombok

PWNUNTB.OR.ID | Lombok Utara – Gempa bumi di NTB khususnya Lombok telah memasuki babak baru, yakni fase transisi menuju rehabilitasi. Dalam fase ini sejumlah pendekatan berbeda diambil oleh PBNU melalui Tim NU Peduli Lombok.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh ketua Lembaga Penanggualangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU), Ali Yusuf, Tim NU peduli Lombok mulai meningkatkan pelayanan dengan membangun sejumlah fasilitas umum dan memberikan kebutuhan ekstra.

“Saat ini adalah masa transisi darurat menuju pemulihan kami meningkatkan pelayanan kesehatan, psikososial dan penyaluran kebutuhan lain. Tujuannya agar warga NTB bisa bangkit dan lebih baik pasca terkena gempa,” ujar Ali Yusuf, di Jakarta, Kamis (30/08).

Secara rinci, Ali juga menyebut sejumlah bantuan bangunan semi permanen dan alat lain yang akan diberikan oleh warga NU, meliputi:

1. NU akan membangun huntara (hunian sementara) seribu unit
2. Fasilitas MCK dan air bersih 500 unit
3. Masjid dan musala darurat 500 unit
4. Hygiene kit 5000 buah
5. Family kit 5000 buah
6. School kit 5000 tas, pensil, penggaris, buku, dan alat lain
7. Peningkatan pelayanan posko kesehatan dan psikososial

“Bangunan-bangunan yang akan dibagun di sana akan bersifat semi permanen. Karena bangunan harus bersifat sementara, dan belum boleh membangun tembok,” terangnya.

Sementara itu, ketua NU Care-LAZISNU Ahmad Sudrajat, melaporkan bahwa pengumpulan dana dari rekening NU Care-LAZISNU mencapai 6.6 miliar lebih.

“Total dana terkumpul di LAZISNU mencapai 6.697.541.491,” kata Ahmad Sudrajat.

Sudrajat juga menjelaskan bahwa pendekatan tim NU di lapangan berdasarkan pada kerja bersama atas pembagian tugas yang terkoordinasi sesuai dengan kemampuan dan kapasitas lembaga-lembaga NU.

“Kita telah membuat SOP kebencanaan yang ada pembagian lembaganya. Jadi yang turun gantian dan berkesinambungan,” jelasnya.

Dalam keterangannya, Tim NU Peduli Lombok sendiri telah melakukan advokasi ke lokasi gempa sejak pertama kali terjadi gempa pada 29 Juli 2018.

“Biasanya, dulu kami menjalankan sendiri, tapi sejak turun di awal itu, lalu kami mengevaluasi dan membuat satu tim agar pekerjaan tidak tumpang tindih. Namun tetap saja yang menjadi komandan utama adalah PWNU NTB,” terang Ali Yusuf. [Ahmad Rozali]

Sumber : NuCare.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here