Ya Lal Wathon Menggema Sambut Tim NU Peduli di Bukit Tinggi Lobar

0
64
Ya-lal-wathan-gempa-lombok

PWNUNTB.OR.ID | LOBAR – Syair “Ya Lal Wathon” menggema saat tim NU Peduli bersama PWNU NTB dan PC NU Lombok Barat ketika sampai Pondok Pesantren Darussalam Al Falah, Desa Bukit Tinggi, Kec Gunung Sari, Lombok Barat. Di sana ratusan jamaah NU, wali santri, pemerintah desa dan santri sudah menunggu sejak pagi.

Di Lokasi rumah kediaman pimpinan Pondok Pesantren Darussalam Al Falah, TGH.Zainal Abidin yang juga Ketua MWCNU Gunung Sari terlihat bongkahan tembok bangunan yang berserakan setelah dihantam gempa berkali-kali.

Ruang aula satu-satunya tempat santri mengaji juga tinggal pondasinya. Di sana rumah-rumah warga yang tersebar di empat dusun tingkat kerusakannya mencapai 90 persen. Warga yang terdampak 881 KK dari 2930 jiwa dari empat dusun, Bukit Tinggi, Tunjang Polak, Batu Kemalik dan Murpandang.

Hari ini Drs.TGH.Taqiuddin Mansyur, M. Pd.I, Ketua Tanfizd PWNU NTB bersama Dr.H.Nazar Naamy, M.Ag, Ketua Tanfizd PC NU Lombok Barat memimpin Tim NU Peduli memberikan bantuan kepada warga NU yang terkena dampak musibah gempa.

“Posko NU Peduli Lombok wilayah Kecamatan Gunung Sari akan kita pusatkan di Desa Bukit Tinggi. Ini untuk mempermudah koordinasi dan distribusi bantuan” kata Dr.H.Nazar Naamy, M.Ag, ketua Tanfizd PC NU Lombok Barat dalam sambutannya dihadapan ratusan jamaah NU dan santri yang sejak pagi menunggu dibawah tenda pengungsian.

Usai ketua PC NU Lombok Barat memberikan sambutan, Ketua Tanfizd PWNU NTB,Drs.TGH.Taqiuddin Mansyur, M.Pd.I diminta memberikan tausyiah dan motivasi kepada jamaah supaya sama-sama semangat untuk bangkit.

“Musibah gempa ini pasti akan berlalu, untuk itu kita harus semangat untuk bangkit. Kita tidak sendiri, bantuan, sumbangan dan relawan dari warga NU yang ada diluar terus berdatangan. Tapi untuk mempermudah koordinasi dan distribusinya kita bekerjasama dengan PCNU disetiap kabupaten terkena dampak gempa” kata Drs.TGH.Taqiuddin Mansyur, M. Pd.I, Ketua Tanfizd PWNU NTB.

Ia juga tidak lupa menyampaikan permohonan maaf dari ketua PBNU, Prof.Dr.KH.Said Agil Sirojd yang sedianya akan dayang menemui jamaah, tapi karena menemani istri beliau yang baru saja menjalani operasi, kunjungan Kyai Said akhirnya ditunda.

Meski baru saja mengalami musibah gempa, semangat untuk bangkit dari pimpinan pondok ini sudah terasa. Buktinya, setelah do’a bersama, ketua PWNU dan PCNU Lombok Barat diminta untuk melakukan peletakan batu pertama pembangunan asrama santri.

Tim NU Puduli memberikan sumbangan berupa 1 unit jensets, 6 kwintal beras, minyak goreng, mie instan, terpal, pakaian, perlengkapan perempuan dan lain-lain. Perwakilan Himpunan Pengusaha Santri dari Jawa juga memberikan bantuan. Mereka juga menjanjikan akan memberikan beasiswa sampai perguruan tinggi kepada warga NU yang terkena musibah gempa.

Ponpes Darussalam Al Falah kini membina 130 orang santri. Seperti biasa mereka mengaji kitab kuning, mereka kini telah membuka SMA Islam dan membina 12 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dengan 225 orang murid yang tersebar di empat dusun. Kini proses belajar ratusan orang santri terpaksa dibawah tenda sumbangan berbagai pihak. Apa lagi gedung aula tempat pengajian selama ini hancur tinggal pondasi.

“Walau gempa, santri tetap berada dipondok. Orang tua mereka merasa anakny lebih aman kalau berada dipondok. Apa lagi rumah-rumah mereka sebagian besar roboh”kata TGH. Zainal Abidin sehari sebelumnya saat dikunjungi tim Infokom NU Peduli.[Y.Tantawi]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here