Kongres SNNU di NTB Sebagai Sejarah Baru!

0
189

Lombok Tengah: Kongres 1 Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama (SNNU) yang bertempat di Ponpes Qomarul Huda Bagu , Desa Bagu Kecamatan Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah,Nusa Tenggara Barat ( NTB) Senin, (14/12/2020) di buka secara resmi oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj , membuka acara kongres yang dihadiri oleh Menko Perkonomian, Erlangga Hartarto dan Menaker, Ida Fauziyah tersebut secara virtual.

Dalam kesempatan tersebut, KH Said Agil mendukung segala aktifitas Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama, bahwa semua potensi laut yang bisa di konsumsi dan dimanfaatkan harus bisa dikelola secara maksimal untuk kesejahteraan nelayan.

” sumber daya yang ada dan hidup di lautan ini dapat dimanfaatkan seutuhnya. Maka dari itu, perlu rasanya kita bersyukur dan terus menjaga keutuhan dan kelestarian alam, terutama biota laut yang ada, ‘ungkapnya.

Acara pembukaan Kongres dihadiri langsung oleh ketua PBNU KH. Eman Suryaman, Ketua PWNU NTB Prof. TGH. Masnun Tahir Kadisnaker NTB, Kadis Perikanan dan Kelautan NTB., Dirkrimsus Polda NTB, Perwakilan Korem 162/WB dan utusan PW SNNU se- Indonesia dan seluruh unsur banom lembaga PWNU NTB.

Sementara itu, Ketua umum PP SNNU H. Witjaksono menyebutkan dua agenda besar dalam mensejahterakan nelayan. perekonomian dan jaminan sosial.

“Pertama bidang perekonomian, menurutnya telah menyusun kerjasama dengan para investor asing untuk mengelola potensi laut khususnya benur agar masyarakat sekitar pesisir ikut dalam pembesaran benur, ” ungkapnya.

Lalu yang kedua bidang jaminan sosial telah menyiapkan 1 juta asuransi jiwa kepada nelayan indonesia.

“Kami semua sudah siapkan program yang akan segera launching setelah berakhirnya Kongres SNNU Ke-I ini yaitu program 1 juta asuransi jiwa untuk nelayan yang berada di pesisir dan daerah terpencil,” kata Witjaksono

Lebih jauh dia menyampaikan bahwa ini bukan sekedar janji tapi pihaknya menyebutkan janji pasti yang akan di garap mulai pada bulan Januari 2021 mendatang.

Hal senada, dalam pemaparan yang disampaikan oleh Dr. Hj. Ida Fauziyah, M.Si. juga mengatakan terdapat angin segar mengenai kehadirannya program SNNU yang dapat memberikan dorongan untuk kemajuan serta kesejahteraan para nelayan sebagai penyumbang angka ketenagakerjaan yang cukup signifikan di Indonesia.

“Saya melihat dengan terbentuknya Serikat Nelayan Nahdlatul Ulama ini menjadi sebuah langka nyata dan juga tentu sebagai angin segar untuk para nelayan yang dapat menikmati program yang akan dijalankan kedepannya.” ujar Ida

Untuk itu, menurut Ida Fauziyah perlunya sebuah dukungan dari seluruh stakeholder yang ada, baik dari pemerintah maupun pihak organisasi kemasyarakatan dalam berkolaborasi mewujudkan kesejahteraan para nelayan kita karena mereka menjadi ujung tombak dari negeri maritim ini.

Di sisi lain, Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa para nelayan menyumbang cukup besar dalam kegiatan perekonomian yang berada di wilayah pesisir dan hal tersebut menjadi sumbangsih mereka terhadap keadaan seperti saat ini, dimana kita berada di situasi yang tidak dapat diprediksi.

Tinggalkan Balasan