Prof. Ron Haris Minta Maaf

0
140

Profesor Ron A Haris meminta maaf atas kajiannya soal potensi Megatrus 8-9 SR yang bisa saja terjadi di Indonesia termasuk juga di Pulau Lombok.

Permintaan maaf pakar Geologi dan Kegempaan dari Brigham Young Univesity, Utah, Amerika Serikat tersebut beredar di Group Whatsaap melalui pres rilis yang berkop Ekspedisi Paleotsunami dan Bencana Sesmic yang beralamat di Jl. Lingkar Utara Condong Catur Yogyakarta.

Dikatakan Prof. Haris, berdasarkan penelitiannya, Palung Jawa sampai saat ini belum melepaskan energinya yang sudah terkumpul sejak 500 tahun lalu sehingga terdapat kemungkinan akan terjadinya gempa besar dengan magnitudo 8 hingga 9 SR.

Namun begitu, hasil penelitiannya tersebut bukan untuk menakut-nakuti masyarakat, melainkan sebagai salah satu upayanya membantu masyarakat untuk memahami resiko dan mengajak untuk meningkatkan kesipsiagaan.

Yang perlu digarisbawahi kata Prof. Haris, Lokasi Episenter gempa tidak bisa dipastikan, mengingat Palung Jawa ini memanjang dari Sumatera di Barat sampai Sumba di Timur.

“Jadi belum tentu episenter gempa akan terjadi di Lombok, kami hanya bisa memperkirakan dimana (Yakni palung jawa sebagai sumber gempa yang Potensial).” Tulis Prof. Haris.

Informasi tentang potensi Gempa Bumi dan Tsunami akibat Palung Jawa ini bukanlah hal baru dan lebih baik diketahui secara publik oleh masyarakat sehingga lebih

Prof. Haris memberikan tips beberapa hal yang bisa dilakukan saat ini. Pertama, mengajak masyarakat untuk membuat bangunan-bangunan yang materialnya berbahan kayu. Karena peristiwa gempa Lombok 2018, bangunan material kayu cukup tahan gempa bahkan tidak banyak yang rusak. Kemudian amankan barang-barang yang kemungkinan dapat menimpa saat terjadinya gempa.

Kedua, bagi masyarakat dekat pantai, hendaknya menerapkan prinsip 20-20-20. Saat merasakan gempa lebih dari 20 detik, meskipun gempanya tidak besar segeralah anda mengevakuasi diri setelah gempa berhenti. Kemungkinan Tsunami akan tiba 20 menit setelah gempa terjadi. Evakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi karena kemungkinan ketinggian Tsunami akan mencapi 20 meter.

Prof. Haris mengharapkan keterlibatan semua fihak untuk bisa menjadi bagian dari solusi mengatasi pencegahan bencana. Pemerintah memiliki tantangan untuk bisa memberikan peringatan dini, sehingga masyarakat perlu dilatih untuk mengenali tanda-tanda alam sehingga bisa menentukan kapan dan bagaimana mengevakuasi diri.

Tinggalkan Balasan